You, in my mind
You, the beautiness around (look and inside)
You, the one and only
I want to give all the perfectness for you
even so still i am just imperfect person
forgive me if i can not understand you, help me to think as you do
don’t leave me if i have different view, assist me to be on your side
it may take time, but let the time always be the joy of us
with a smile and s’il vous plait!
S’il vous plait adalah ungkapan yang lazim di gunakan ketika meminta atau mempersilahkan dalam bahasa Perancis, atau dalam bahasa Inggris dapat dipadankan dengan please. Nyambung dengan kata love, sekedar ingin menggambarkan bahwa cinta itu something that is more to give than to ask, and ajaibnya we will have the same in return even without ask. To please, and be pleased. Ini sih kira-kira apa yang tergambar dari film cinta remaja Lost in Love (2008) yang digarap oleh Rachmania Arunita, sutradara sekaligus penulis cerita. Tokoh utamanya Tita dan Adit, masing-masing diperankan oleh Pevita E.P. dan Richard Kevin, mengingatkan kita pada nama tokoh yang sama pada film Eiffel I’m in Love (2003). Ngga heran, karena ceritanya sama-sama ditulis oleh Rachmania. Dan bukan suatu kebetulan pula, kalau cerita di Lost in Love ini merupakan sekuel dari Eiffel I’m in Love.
Ceritanya seputar konflik cinta antara Tita dan Adit, yang sebenarnya lebih karena perbedaan sikap dan cara pandang. Sesuatu yang sebenarnya tidak bermaksud negatif, namun menjadi salah karena missunderstanding. Karakter Tita dan Adit masih sama dengan film sebelumnya, Tita dengan sifat kekanak-kanakan dan romantisnya, dan Adit dengan sifat serius dan kekakuaannya. Meskipun ide cerita terkesan dangkal, yakni tentang pengembaraan hilangnya Tita di kota Paris, tapi penggarapan script dan variasi cerita yang apik membuat film ini menjadi menghibur. Terlebih lagi dengan akting Tita dengan ekspresinya yang lucu atau dialog beda bahasa yang ga nyambung. Feel tentang cinta remaja itu sendiri tergarap dengan baik, mungkin karena empunya cerita juga belum jauh dari masa remajanya. Bagaimana cinta itu pada dasarnya ingin menyatu, meski kadang terekspresikan dalam sikap yang bikin menjauh. Namun sekali pengertian itu bisa didapat, meski mungkin harus lewat perantara, akhirnya semua jadi bisa menyenangkan, s’il vous plait. Cerita yang ringan dan menghibur, plus emosi cerita yang bisa sampai ke penonton. Hampir tidak ada inkontinuitas di film ini, hanya kerasa agak kurang beritme di awal cerita.
Ini film tergolong bagus setidaknya dari penggarapan cerita dan pengambilan gambar. Ikon kota Paris yang identik dengan suasana romantis, meskipun subyektif, bisa memberikan nuansa Love. Eksplorasi eksotisme kota Paris kalau mau sebenarnya masih bisa dioptimalkan. Latar musik dengan soundtrack dari Tangga juga termasuk bagus, cuma kerasa kurang terpadu atau perlu diperkaya lagi sehingga bisa lebih tune in ke scene. O ya, di FFI 2008 film ini mendapat dua nominasi yaitu pemeran utama wanita terbaik dan sutradara terbaik. Boleh deh ni film di kasih rating 4 dari 5.
Recent Comments