Posts Tagged ‘love

07
Apr

5 Cinta


Baru aja nonton film “Love” garapan Kabir Bhatia di RCTI. Dulu tidak sempet nonton langsung di bioskop, dan kurang tertarik juga dengan trailernya. Tapi ternyata  cerita di film ini boleh dibilang menarik, tidak klise, dan mengalir. Ceritanya tentang pencarian cinta atau cinta yang dikecewakan, kepalsuan atau kejujuran. Tantangan yang berat memang untuk menyatukan lima setting cerita dengan lima pasang tokoh yang berbeda dalam satu film. Film ini berhasil membuat bintang-bintang film ini, sebut saja  Widyawati, Sophan Sophiaan, Luna Maya, Darius Sinathrya, Wulan Guritno, Laudya Chintya Bella, Fauzi Baadilla, Acha Septriasa, Irwansyah, Surya Saputra tidak sekedar pasang tampang. Akting aktor dan aktris lumayan bagus, kecuali Acha yang sepertinya kurang pas memerankan adegan pada beberapa bagian. Pengambilan gambar  terbilang ok, sudut yang pas dan artistik. Tata suara juga pas menyatu dengan film, ini juga ga lepas dari kontribusi Erwin Gutawa.

Ada narasi menarik yang diucapkan oleh Laudya C. Bella, “Apa yang kita ingat dari kenangan-kenangan yang terekam oleh kita, nama tempat, nama permainan, nama teman, atau kejadian adalah hal-hal yang mungkin lambat laun bisa terlupa. Tapi tidak dengan rasa, rasa senang rasa sedih yang akan terus kita bawa tanpa mudah tercecer di sepanjang perjalanan kita. Dan semakin kita dewasa kita akan menyadari bahwa di antara kenangan-kenangan tersebut ada satu rasa yang paling besar yaitu cinta. Cinta yang sejati cinta yang ketika kita kira sudah pergi ternyata cuma bersembunyi menunggu untuk kembali lagi.”

Meski mungkin akhir skenario cerita ada yang terasa kurang pas atau sudah bisa ditebak, secara keseluruhan film ini relatif enak untuk dinikmati. Kontinuitas film dapat terjaga dengan baik, hampir tidak membuat penonton bosan. Rating 4 dari 5.

26
Dec

Love S’il Vous Plait!

S’il vous plait adalah ungkapan yang lazim di gunakan ketika meminta atau mempersilahkan dalam bahasa Perancis, atau dalam bahasa Inggris dapat dipadankan dengan please. Nyambung dengan kata love, sekedar ingin menggambarkan bahwa cinta itu something that is more to give than to ask, and ajaibnya we will have the same in return even without ask. To please, and be pleased. Ini sih kira-kira apa yang tergambar dari film cinta remaja Lost in Love (2008) yang digarap oleh Rachmania Arunita, sutradara sekaligus penulis cerita. Tokoh utamanya Tita dan Adit, masing-masing diperankan oleh Pevita E.P. dan Richard Kevin, mengingatkan kita pada nama tokoh yang sama pada film Eiffel I’m in Love (2003). Ngga heran, karena ceritanya sama-sama ditulis oleh Rachmania. Dan bukan suatu kebetulan pula, kalau cerita di Lost in Love ini merupakan sekuel dari Eiffel I’m in Love.

Ceritanya seputar konflik cinta antara Tita dan Adit, yang sebenarnya lebih karena perbedaan sikap dan cara pandang. Sesuatu yang sebenarnya tidak bermaksud negatif, namun menjadi salah karena missunderstanding. Karakter Tita dan Adit masih sama dengan film sebelumnya, Tita dengan sifat kekanak-kanakan dan romantisnya, dan Adit dengan sifat serius dan kekakuaannya. Meskipun ide cerita terkesan dangkal, yakni tentang pengembaraan hilangnya Tita di kota Paris, tapi penggarapan script dan variasi cerita yang apik membuat film ini menjadi menghibur. Terlebih lagi dengan akting Tita dengan ekspresinya yang lucu atau dialog beda bahasa yang ga nyambung. Feel tentang cinta remaja itu sendiri tergarap dengan baik, mungkin karena empunya cerita juga belum jauh dari masa remajanya. Bagaimana cinta itu pada dasarnya ingin menyatu, meski kadang terekspresikan dalam sikap yang bikin menjauh. Namun sekali pengertian itu bisa didapat, meski mungkin harus lewat perantara, akhirnya semua jadi bisa menyenangkan, s’il vous plait. Cerita yang ringan dan menghibur, plus emosi cerita yang bisa sampai ke penonton. Hampir tidak ada inkontinuitas di film ini, hanya kerasa agak kurang beritme di awal cerita.

Ini film tergolong bagus setidaknya dari penggarapan cerita dan pengambilan gambar. Ikon kota Paris yang identik dengan suasana romantis, meskipun subyektif, bisa memberikan nuansa Love. Eksplorasi eksotisme kota Paris kalau mau sebenarnya masih bisa dioptimalkan. Latar musik dengan soundtrack dari Tangga juga termasuk bagus, cuma kerasa kurang terpadu atau perlu diperkaya lagi sehingga bisa lebih tune in ke scene. O ya, di FFI 2008 film ini mendapat dua nominasi yaitu pemeran utama wanita terbaik dan sutradara terbaik. Boleh deh ni film di kasih rating 4 dari 5.




Mirror Blog

 

November 2009
M T W T F S S
« Aug    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  


My BlogCatalog BlogRank

eMShi Blog at Blogged

Site Meter

Add to Technorati Favorites

Delicious Bookmark this on Delicious

Bookmark, Share and Post to Profile
on your facebook, myspace, etc

AddThis Feed Button
on your RSS feed readers

http://emshi.blog.friendster.com