Posts Tagged ‘dia

22
Dec

Dia (Masih) Bungaku

“Dia (Masih) Bungaku”

Roda waktu
kembali pada satu putaran

Hati boleh berpura
hati boleh mengelak
tapi hati tak bisa ingkari
dia tetaplah bunga (ku)
bunga yang bisa memberiku senyuman
bunga yang bisa memberiku sejuta kedamaian di hati

© mc / lancs, 22 des 08 2:de-I
more on
emshi.8m.com

21
Sep

Ada Sesuatu Yang Saya Tidak Mengerti Tentang Dia

Waktu belum lewat pukul lima sore, ketika bus mendekati perhentian akhir. Setelah melewati perjalanan yang begitu jauh dan berliku, bahkan sempat terselip di persimpangan dan hampir bertabrakan, meninggalkan terminal tadi, akhirnya sampai juga di tempat ini, bukan terminal, hanya sisi pinggir luar kota. Tiba-tiba dari arah belakang menyapa, bang! suara yang tidak asing. Eh, kamu, kok bisa sampai sini? Ngga, tadi saya cuma lihat abang naik. Iya terus kenapa kamu ikut naik? Ga tau. Ga tau gimana? Saya cuma tiba-tiba pengen tau abang ke mana. Pengen tau? Ya cuma pengen tau. Trus, da sampai sini mau ngapain? Ya ga tau, abang ga pergi kan? Pergi? Ya, pergi. Siapa yang mau pergi? Lha abang dah sampai sini. Trus kenapa? Ya ga pa pa kalau abang mau pergi. Lho, abang ga pergi. Bener bang, ga pa pa kalau abang mau pergi, sambil berbalik ia bergegas. Hei, sebentar, abang tu. Ia tetap bergegas dan tiba-tiba menghilang di balik kerumunan.

 

Ah, kenapa pula ini. Saya tidak pergi, cuma sedang ingin menepi sebentar, perlu istirahat dan hirup lagi udara segar, setelah terhujani pengap yang menyesakkan, sesuatu yang telah dia lantahkan. Kenapa dia ikuti? Kenapa bilang saya mau pergi? Lalu dia sendiri yang kemudian menghilang. Apa dia memang benar-benar inginkan saya pergi. Tidak, nadanya tidak begitu. Entahlah.

 

Ding. Nada dering sms berbunyi. Terpampang pesan, apa kabarnya bang? Kuketikkan pesan balasan, baik, kamu gimana? Ding. Saya di sini baik juga bang. Kamu kemarin kenapa? Ding. Ya ga da apa apa sih bang, cuma pengen tau kalo abang baik-baik aja. O, ya abang sebenarnya ga baik-baik banget, kamu tahu kan, cuma sekarang da mulai baik kok. Ding. O, syukur deh. Boleh ga abang minta satu hal? Ding. Apa bang? Gampang aja sih, biar enak aja kalau kita mau komunikasi lagi. Ding. Ya, ini kan juga da komunikasi lagi bang. Betul, cuma saya perlu lagi dijaga aja rasanya, ga minta kamu beri rasa ama saya, cuma jaga aja. Ding. Maksudnya? Kamu jangan bergaya aja depan saya, majang-majang sesuatu yang saya ga mau lihat. Ding. Kan itu di tempatnya saya, masa mau larang-larang? Boleh aja majang-majang di tempatnya kamu, tapi jangan di depan, yang bakal langsung kelihatan, tolong ya. Ding. O, iya ngerti, ga maksud gitu kok. Makasih ya. Ding. Smiley icon.

 

Klik enter. Dan layar browser memperlihatkan, status update teman-teman. Ga ada yang aneh, cuma satu tiba-tiba jadi perhatian. Kok dia bikin ni account ya. Ha! Foto depan yang dia pasang, sesuatu yang tidak ingin saya lihat. Maksudnya apa sih? Kupindahkan saja halaman web. Cring. Tiba-tiba, layar YM berkedip. O, dia onlen. Kusapa dia, hi. Cring. Hi juga. Sibuk ngapain nih? Cring. Biasa kerjaan. Ow. Cring. He. Dst dst dst. Ha! Tiba-tiba, pics dia berganti, sesuatu yang tidak ingin saya lihat. Maksudnya apa sih? Gtg ya. Cring. Oc. Met tidur. Cring. Kamu juga.

 

Bener ga ngerti maksud dia apa? Sengaja atau tidak sengaja, semua itu hak dia. Semestinya dia tahu, seperti sudah berkali-kali terungkapkan, hingga tak lagi terujar karena sudah jelas terasakan, bahwa sayang saya ke dia ga akan hilang. Tapi itu ga berarti dia bisa suka-suka melakukan sesuatu, meski bukan maksudnya seperti itu, atau memang iya?

 

Lagu cinta berbunyi, dering ringtone hape, terlihat di layar sebuah nama yang sangat ku kenal, begitu kenal hingga tertulis di hati, dia! Lalu? Cerita ini belum berakhir, dan tak akan saya akhiri. Percakapan pun berlanjut.

 

© mc / dpk, 21 sep 08 ashortadaptedfictionversionyesthisisintendedtoyoumydear

more on emshi.8m.com

15
Sep

Kumohon Sayangi Dia Ya Rabb

“Kumohon Sayangi Dia Ya Rabb“

 

Saat hati ini terjatuh

tersudut tercaci tanpa henti

deru benci (dari sayang tak terungkap) itu aku rasa

atau sekedar ingin lantahkan

 

Tak mudah hati ini relakan

ia masih ingin teruskan

meski luka siap tuk bertubi

 

Namun sungguh tak tahan

ia sandarkan diri pada diri itu

seseorang yang tak seharusnya

entah angin apa buatnya demikian

bisikan rasa abaikan sadar

dulu aku masih sanggup berkata

namun kini ku tak punya tenaga

ku tak kuasa tuk halangi itu

ku sedang terjatuh

butuh waktu, atau sekedar berikan dia ruang rasakan yang dia mau

walau ku tahu ku tak seharusnya biarkan

 

Sebagaimana ku kini sangat mendambakan sayang-Mu ya Rabb

bebaskan ku dari gundah tak berkesudahan

ku mohon pada-Mu tuk berikan sayang-Mu padanya

selimuti dia, lindungi ia

dari bahagia semu yang bisa gelincirkan

sesuatu yang tak seharusnya ia larut di dalamnya

terperangkap, membuatnya semakin sulit tuk terlepas

ketika sadar tidak lagi jadi pegangan

sungguh kecelakaan besar bila ia terbawa dan ingkari-Mu

lalu terjauhkan dari orang-orang terdekatnya

 

Kubersimpuh pada-Mu

cahaya-Mu terangi hatinya

tuk sudahi kesemuan itu

 

ku simpan dan beri sayang ini

hanya untuk kebaikannya

sekedar bahagia bila bahagia itu benar nyata padanya

 

© mc / dpk, 15 sep 08 draftunsmoothedcan’tthink

more on emshi.8m.com




Mirror Blog

 

November 2009
M T W T F S S
« Aug    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  


My BlogCatalog BlogRank

eMShi Blog at Blogged

Site Meter

Add to Technorati Favorites

Delicious Bookmark this on Delicious

Bookmark, Share and Post to Profile
on your facebook, myspace, etc

AddThis Feed Button
on your RSS feed readers

http://emshi.blog.friendster.com