Posts Tagged ‘cinta

07
Jun

cin(T)a di Manchester

Baru aja nobar alias nonton bareng film cin(T)a di Manchester Academy, Student Union, University of Manchester, Jumat 5 Juni. film ini merupakan film independen garapan Sembilan Matahari Film dan Moonbeam Creations. Sepintas dari trailer yang ditampilkan sepertinya film ini menyajikan tema yang sensitif, kalau tidak ingin dibilang kontroversial. Soal cinta dua anak manusia beda agama. Menampilkan Cina yang dibintangi Sunny Soon sebagai sosok anak kuliahan umur 18 tahun yang enerjik, dan Annisa yang dibintangi Saira Jihan sebagai sosok anak kuliahan yang tidak juga beranjak lulus umur 24 tahun berpenampilan kalem.

Meskipun film ini film independen, rencananya akan dicoba untuk masuk jaringan 21 di Indonesia. Roadshow yang dilakukan di 5 kota di UK ini semacam strategi bagi produser untuk melihat respon, khususnya terhadap isu yang diangkat. Cerita sepanjang film menampilkan dua sosok sentral Cina dan Annisa, dengan dialog-dialog yang kritis, dan beberapa berbumbu bahasa yang boleh dibilang puitis atau filosofis. Kalau dibilang film ringan, untuk adegan-adegan hubungan dua anak manusia boleh lah untuk dinikmati, dari gaya serius sampai aksi yang lucu. Namun film ini lebih pantas dibilang film berat atau semi berat, karena sebenarnya mengajak penonton untuk berfikir. Tidak sekedar soal hubungan dua anak manusia beda agama, tapi hubungan masyarakat yang lebih luas, agama dan negara, atau bahkan manusia dengan agama itu sendiri. Ini mungkin yang bisa dibilang sensitif. Meskipun sosok Cina dan Annisa ditampilkan sebagai sosok yang sangat taat dengan agamanya masing-masing, namun adegan ketika mempertanyakan Tuhan boleh dibilang agak berani untuk ditampilkan. Film ini boleh dibilang bermain aman, konklusi cerita yang tidak berakhir dengan pernikahan antar keduanya dan hanya sebatas sahabat seakan memberi kesan bahwa mereka tidak memposisikan film ini sebagai film yang mempromosikan pernikahan beda agama. Namun demikian ada hal yang menggelitik yaitu sisipan-sisipan adegan wawancara realiti terhadap pasangan beda agama yang telah ‘menikah’. Sesuatu yang meskipun dimaksudkan buat menampilkan kejadian nyata di masyarakat, namun menjadi sesuatu hal yang sebenarnya tidak perlu, karena film ini sudah cukup menggambarkan realiti yang coba diangkat meski konklusinya berbeda. Meskipun menurut produser film ini, sesuai pemaparan saat diskusi pasca pemutaran film, film ini tidak dimaksudkan untuk mempromosikan pernikahan beda agama. Namun adanya sisipan tersebut bisa mengundang tanda tanya.

Soal kualitas film, dari sisi pengambilan gambar dan tata suara. Untuk segmen awal agak sedikit terganggu sama tata suara yang tidak pas mengiringi adegan, membuat seakan film bertempo sangat lambat. Pengambilan close up juga kurang berasa pas; mungkin maksudnya coba berartistik. Tapi untuk segmen tengah hingga akhir bolehlah dibilang lumayan, setidaknya cerita terasa lebih mengalir. Meski sempet juga agak-agak inkontinuiti atau agak berat seperti saat tampilan berita televisi soal kejadian pemboman gereja atau adegan ketika Cina mempertanyakan Tuhan. Oh ya, kalau diperhatiin hampir seluruh adegan film boleh dibilang hanya berisi dialog antara Cina dan Annisa; sisipan pemain lain cenderung bersifat minor. Biar begitu, dan terlepas bahwa kedua pemeran film ini juga bukan aktor/aktris yang berpengalaman, pembawaan tokoh boleh dibilang sukses berat.

Balik ke isu utama film. Setuju-setuju aja sih kalo film ini dimaksudkan untuk membuka dialog dan membangun saling pengertian antar umat beragama. Sesuatu yang sebenarnya juga sudah berjalan di Indonesia dalam skalanya masing-masing. Kalau soal tensi yang timbul, itu tinggal bagaimana pemuka agama bisa meredam atau memberi pengertian kepada umatnya. Jadi bukan hal yang baru, kecuali formatnya yang dalam bentuk film. Tapi kalau liat forum diskusi yang muncul, tema yang lebih banyak dibahas justru soal nikah beda agama itu sendiri ketimbang isu yang lebih luas. Buat mereka yang punya masalah ini akan bilang kalau ini film tentang mereka. Kalau masing-masing orang konsisten dengan agamanya, mestinya bisa tau dan sadar apa posisi dan konsekuensi dari pilihan yang diambil, tanpa terjebak romantisme belaka. Dan itu lebih kembali kepada personal masing-masing, ketimbang menyalahkan agama sebagai penghalang. Sadar akan pilihan keyakinan, sesuatu yang sudah jelas garis dan aturannya; tidak bisa ditawar atau ditukar dengan apapun bahkan atas nama cinta itu sendiri.

Kontroversi? Lebih cocok kalau dibilang sensitif. Namanya sensitif tinggal gimana produser film mengomunikasikan maksud dan tujuan film, dan tidak terjebak kepada stigma sebagai film yang mempromosikan pernikahan beda agama. Kalau ingat kejadian film Ayat-ayat Cinta, yang dinilai sebagian orang sebagai film yang mempromosikan poligami; walau maksud sebenarnya lebih kepada cinta kepada Tuhan yang sesungguhnya. Oh ya yang mau tau lebih jauh soal film ini bisa mampir ke www.godisadirector.com. Secara umum boleh lah film independen yang sepertinya akan menjadi film komersial ini dirating 4 dari 5.

16
Apr

Cinta Mengingkari

“Cinta Mengingkari”

Termenung dalam bayangan hampa 
terbersit hati terasa begitu dalam 
sayang ini masih ingin satu, 
seluruhnya tumpah hanya padanya 
mungkinkah aku berputar kembali? 

© mc / lancs, 16 apr 09
more on
emshi.8m.com

16
Apr

Ketika Hati Bicara Cinta

“Ketika Hati Bicara Cinta”

ketika hati bicara cinta
    ku hanya ingin katakan dirimu indah 
        (dan hati ini pun tersenyum mengagumimu)

© mc / lancs, 10 apr 09 short_series
more on
emshi.8m.com

31
Jan

Cinta di Februari

“Cinta di Februari”

Jika ku katakan cinta padamu
maka jutaan bintang di langit
akan iringi apa yang ku katakan

Tidak, ini bukan putaran kata tanpa arti
berulang terucap karena hati ini selalu mengiyakan,
hanya kamu

Ku hanya ingin ketika bintang itu bertanya padamu
senyum yang ada di hatimu

Untukmu keindahan,
waktu itu kan datang padamu
titik (penentuan) satu untuk selamanya

© mc / lancs, 21 jan 09 predraft
more on
emshi.8m.com

23
Nov

Aku Cinta

“Aku Cinta”

Dalam lelap
saat (kemudian) terjaga
ku tersenyum
ada damai yang lingkupi hati
rasa cinta
lama tak ada, hadir kembali

Mencari,
bila saja kuingat
pada siapa?

Mimpi

© mc / lancs, 23 nov 08
more on
emshi.8m.com

08
Nov

Rekonstruksi Cinta: Sketsa Satu

Rekonstruksi Cinta, Sketsa Satu
The Insanity of A Girl: Becomes Enemy or Maintains Good Friendship

Prolog. Sebelum memulai, perlu dikasi prolog dulu kalo insanity tu bukan insane. Jadi tidak harus berkonotasi negatif, dan dalam kasus tertentu bisa berkonotasi positif, seperti the insanity in creativity, kalau ngga berpikir di luar kebiasaan, mungkin proses kreativitas dan hasil kreasi ga akan muncul. Ini cuma ketidakmengertian tentang sesuatu yang kita sendiri bingung maunya apa? Tulisan ini boleh dikategorikan fiksi adaptasi semi opini.

Sketsa satu titik satu. Perjalanan mengantarkan sampai di stasiun kota B*. Boleh dibilang nekat, mau ketemu seseorang, tapi tidak pernah lihat foto atau apapun yang bisa jadi pengenal. Kalau bukan karena referensi Saudara, ga mau deh gelap kayak gini. Yah, berbekal teknologi hape ga masalah, asal masih dapet sinyal. Celingak celinguk sok tahu menebak cari ngga bisa nemu. “Halo, kamu di sebelah mana ya?” “Di dalem stasiun” “Saya udah di luar nih” “Saya ni jalan keluar” Dua pasang mata pun akhirnya bisa saling menangkap. “Da lama nunggu?” “Oh ga baru kok”. Singkat cerita, berjalanlah keliling kota B* sambil bercerita-cerita, mampir ke kampusnya, rumah saudaranya, dan rumahnya. Cukup melelahkan, dan agak telat juga buat makan, sekitar sore sebelum ke rumahnya, padahal dari pagi-pagi berangkat ga sempet sarapan. Pas maen ke kampus sebenarnya sih da pas jamnya makan siang, dan coba nanya,”Gimana, mo makan di kampus pa di luar?” “Ntar aja deh” “Ya, OK, saya ikut yang punya B* (sambil menahan lapar). Selesai makan, sudah siap ngeluarin dompet, “Biar saya aja ya.” “Saya deh mas, kan tuan rumah.” “Waduh, jangan kamu kan belum kerja. Da saya dulu, kapan-kapan kalo mau gantian boleh deh, tapi tetep kalo dah gawe.” “Makasih mas.” Selepas dari rumahnya, sore pun kembali ke kota asal, kali ini tidak dengan kereta, tapi travel. Selama di B* meskipun tidak cukup punya kesan ‘rasa’, tetep ngedapetin kesan sebagai tamu yang diterima dengan baik, yah mulai dari dijemput, jalan keliling-keliling dan sampe di anter pulang ke terminal.

Sketsa satu titik dua. Sms ucapan terima kasih pun dikirim,”Makasih ya da ditemenin keliling-keliling” “O, sama-sama mas, makasih juga dah ke B*” Hari-hari berikut, sesekali coba berkirim sms, sekedar menjaga hubungan baik, sebagai teman. Beberapa lama setelahnya, kabar ngga enak muncul. Dapet informasi secara tidak langsung tentang beberapa hal pemutarbalikan fakta, antara lain soal tidak diajak makan dan siapa yang membayar makan, seperti mau mengesankan pelit. Tidak tahu kenapa bisa sampai seperti itu, seolah tidak ingin lanjut, tapi dengan cara yang salah. Usut punya usut ternyata memang sudah ada yang jadi pasangannya, cuma memang tidak diceritakan sebelumnya. Insanity number one, kenapa harus membuat cerita bohong yang menjelekkan orang lain bila maksudnya hanya sekedar tidak ingin melanjutkan hubungan? Perkenalan hanyalah hal biasa, yang tidak harus lanjut menjadi lebih serius, bisa cukup sekedar menjadi teman. Lagi pula tidak ada yang namanya cinta kilat, melainkan sekedar kesan ‘suka’ saat pertama melihat; dan bukan malah membuat permusuhan dengan tindakan bodoh yang tidak perlu. Ini juga ga ada kesan ‘rasa’, kenapa ge-er ya?

Sketsa satu titik tiga. Butuh waktu lama memang buat ngilangin rasa kesal atas sesuatu yang orang lain perlakukan tidak adil. Namun perjalanan waktu akhirnya bisa memaklumi. Setelah melewati bilangan tahun, meskipun tidak pernah menerima permintaan maaf, coba menyapanya kembali, itu juga karena tiba-tiba YM-nya online; hanya sebagai teman dan tidak bermaksud soal hubungan yang memang ga minat, sekedar menjaga silaturahmi. Yah, entah memang dasarnya atau merasa gimana, ga ada tu perilaku bagaimana menghargai orang lain. Contohnya, yah tanpa minta diucapin terima kasih, wajar donk ngasih respon kalau dikirimin email soal lowongan pekerjaan, itu kan juga atas permintaan. Bukannya diam serasa ga tahu. Ga ada yang berubah, niat baik buat coba ‘memaklumi’ dan tidak menutup silaturahmi masih dianggap hal lain? We just need to smile upon this, life is really colourful.

© mc / lancs, 08 nov 08 shortstoryseries
more on emshi.8m.com

02
Nov

Undefined

“Undefined”

Penat, pusing, tak bisa hentikan
seribu gejolak berputar di kepala
nyata dan angan beradu
pecah konsentrasi, pikiran pun hilang
tak tahu kemana
mau pun enggan tampak
tak bisa bergerak
berputar, kembali, atau maju?

Besar asa tuk melompat
bayang ketakutan mengalahkan
tak ingin terjatuh
tidak, tidak lagi
cukup sekali

Ah, satu saja
aku butuh cinta
sekarang!

© mc / lancs, 02 nov 08 ultimatelydraftcan’tthink
more on emshi.8m.com

13
Oct

Cinta Itu Satu

“Cinta Itu Satu”

Dia bilang cinta itu satu
aku bilang cinta itu memang satu
satu waktu, kini, memang hanya satu
yang pernah hadir hanyalah lalu
terhapus, hanya kenangan, atau tersimpan dalam beku

Cinta itu ada bukan hanya karena merasa
ia butuh tempat, ia butuh janji
hingga merasa nyaman dan tetapkan dirinya
bila satu itu ada, tak secelah pun ruang untuk lainnya
bukanlah sekedar janji, tapi hati yang saling menjaga

Kadang cinta tak dapatkan tempat itu,
tak dapatkan janji itu
satu, dua, tiga kali ia bisa bertahan
Lebih dari itu tak ada yang dapat mencegah
bila cinta mulai mendera
apalagi bila di sana bersama dengan lainnya
karena ia butuh hidup, butuh siraman
bukan maksud cinta tuk berpaling
bukan cinta tak sungguh, bukan cinta tak nyata
ia hanya ingin bersandar
pada tempat yang bisa menerimanya
mencoba mencari atau bukakan pintu bagi yang datang
satu yang dituju
satu untuk bahagia
satu untuk selamanya

Tak mudah memang,
karena cinta bukan sekedar suka,
dan bukan sekedar sayang
yang hadir di antara, bukanlah cinta
hanya warna kehidupan
yang bisa datang bisa pergi
tanpa bermaksud untuk atau bermain dengan rasa
hanya rasa yang memang tak datang,
atau tak kunjung datang

Di luar itu,
sama sekali bukan suka, bukan sayang,
dan bukan pula cinta
hanya pertemanan, kadang menjadi sahabat
pertalian yang dapat hadir
di manapun, kapanpun

Seperti halnya suka, sayang,
yang tak menjadi cinta
kadang membuat dunia menjadi jauh,
mungkin butuh waktu
lebih indah, jalan dalam teman, dalam sahabat
tulus menghargai, dan coba berempati

Kini pun yang ada masih dia
meski (mulai) tersimpan dalam beku
ia bisa mencair (kapanpun itu),
bila waktu masih ada dan berikan jalannya 

© mc / lancs, 14 okt 08 dini hari weshouldntbelikethis
more on
emshi.8m.com 

18
Sep

Cinta Pada Semangkok Kolak

“Cinta Pada Semangkok Kolak”

 

Masih ingat cinta pada sepotong roti

sebuah judul film yang bisa menjadi spesial
bagaimana cinta bisa datang pada sepotong roti

dan kini ternyata cinta bisa datang pada penganan yang lain

semangkok kolak, ya semangkok kolak

bila pada roti terbayang berbagai rasa yang bisa hadir
dengan berbagai selai yang melapisinya

pada kolak hanya satu yang terbayang, manisnya

bersama pisang, ubi, singkong, dan atau tapai

manisnya begitu nikmat seakan simpulkan manisnya kehidupan

tapi bagaimana cinta bisa hadir di sana

itu semua hanya karena sebuah wajah nan manis

terlihat begitu manis, lebih manis dari kolak yang terhidang

dia sempurna begitu mempesona

buat senyum tak lagi enggan tersungging

sebuah tulus manisnya senyuman yang hadir padanya

mungkin hati ini memang rindu pada sebuah ketulusan

manisnya cinta, cinta sederhana

memberi tanpa harap

menerima tanpa terpaksakan

tanpa duka tanpa luka

 

© mc / dpk, 18 sep 08 itjustbecauseapictureofsomewhere

more on emshi.8m.com

 

18
Sep

Halte Cinta

“Halte Cinta“

 

Dalam perjalanan pulangku sore ini

tiba-tiba mata tertuju pada satu titik

titik yang aku kenal

meskipun kini berubah fisik

bilangan lewat lima tahun silam

tempat aku pernah menunggu

atau pura mencari sua

demi tuk temui sang pengisi hati

ya, titik itu kini kosong

karena ia tidak bisa lagi ditunggu

ia (kuanggap) telah bahagia bersama yang ditakdirkan-Nya

hanya senyum saja tinggal

titik itu, halte cinta

 

© mc / jkt, 16 sep 08 ontollroadmtharyonokav5051

more on emshi.8m.com




Mirror Blog

 

November 2009
M T W T F S S
« Aug    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  


My BlogCatalog BlogRank

eMShi Blog at Blogged

Site Meter

Add to Technorati Favorites

Delicious Bookmark this on Delicious

Bookmark, Share and Post to Profile
on your facebook, myspace, etc

AddThis Feed Button
on your RSS feed readers

http://emshi.blog.friendster.com