“Cinta Mengingkari”
Termenung dalam bayangan hampa
terbersit hati terasa begitu dalam
sayang ini masih ingin satu,
seluruhnya tumpah hanya padanya
mungkinkah aku berputar kembali?
© mc / lancs, 16 apr 09
more on emshi.8m.com
“Cinta Mengingkari”
Termenung dalam bayangan hampa
terbersit hati terasa begitu dalam
sayang ini masih ingin satu,
seluruhnya tumpah hanya padanya
mungkinkah aku berputar kembali?
© mc / lancs, 16 apr 09
more on emshi.8m.com
“Bara Membara”
Meradang memerah letupkan bara
hilang lenyap tidak tidak
romantisme dan kepalsuan buang saja
huh
© mc / lancs, 12 apr 09 short_series
more onemshi.8m.com
“Ketika Hati Bicara Cinta”
ketika hati bicara cinta
ku hanya ingin katakan dirimu indah
(dan hati ini pun tersenyum mengagumimu)
© mc / lancs, 10 apr 09 short_series
more on emshi.8m.com
“Hilang Bentuk”
Aku hilang bentuk
tak perlu maju
mundur pun tak tahu itu di mana
© mc / lancs, 3 mar 09 short_series
more on emshi.8m.com
Baru aja nonton film “Love” garapan Kabir Bhatia di RCTI. Dulu tidak sempet nonton langsung di bioskop, dan kurang tertarik juga dengan trailernya. Tapi ternyata cerita di film ini boleh dibilang menarik, tidak klise, dan mengalir. Ceritanya tentang pencarian cinta atau cinta yang dikecewakan, kepalsuan atau kejujuran. Tantangan yang berat memang untuk menyatukan lima setting cerita dengan lima pasang tokoh yang berbeda dalam satu film. Film ini berhasil membuat bintang-bintang film ini, sebut saja Widyawati, Sophan Sophiaan, Luna Maya, Darius Sinathrya, Wulan Guritno, Laudya Chintya Bella, Fauzi Baadilla, Acha Septriasa, Irwansyah, Surya Saputra tidak sekedar pasang tampang. Akting aktor dan aktris lumayan bagus, kecuali Acha yang sepertinya kurang pas memerankan adegan pada beberapa bagian. Pengambilan gambar terbilang ok, sudut yang pas dan artistik. Tata suara juga pas menyatu dengan film, ini juga ga lepas dari kontribusi Erwin Gutawa.
Ada narasi menarik yang diucapkan oleh Laudya C. Bella, “Apa yang kita ingat dari kenangan-kenangan yang terekam oleh kita, nama tempat, nama permainan, nama teman, atau kejadian adalah hal-hal yang mungkin lambat laun bisa terlupa. Tapi tidak dengan rasa, rasa senang rasa sedih yang akan terus kita bawa tanpa mudah tercecer di sepanjang perjalanan kita. Dan semakin kita dewasa kita akan menyadari bahwa di antara kenangan-kenangan tersebut ada satu rasa yang paling besar yaitu cinta. Cinta yang sejati cinta yang ketika kita kira sudah pergi ternyata cuma bersembunyi menunggu untuk kembali lagi.”
Meski mungkin akhir skenario cerita ada yang terasa kurang pas atau sudah bisa ditebak, secara keseluruhan film ini relatif enak untuk dinikmati. Kontinuitas film dapat terjaga dengan baik, hampir tidak membuat penonton bosan. Rating 4 dari 5.
Recent Comments