Siapa yang tidak kenal dengan nama Google, sang mesin pencari nomor wahid sejagat. Kalau sekitar sepuluh tahun lalu, Yahoo menjadi referensi pertama soal mesin pencari, sekarang orang akan langsung mengetik google di address bar untuk melakukan pencarian. Hingga muncul idiom baru di dunia internet, Googling. Atau dalam bahasa becandaan saya, ini tadi baru dapat info dari mas atau mba google, :-). Filosofi utama yang dipegang Google dan masih dipertahankan sampai dengan saat ini adalah kesederhanaan. Tengok saja tampilan mesin pencarinya, tidak menjadi berjubel dengan gambar atau pernak-pernik lain terkait iklan atau pengayaan konten. Memang ada tambahan fitur-fitur, tapi itu menjadi teks sebaris di bagian atas. It just simply a text around.
Google memang jadi menggurita, merambah ke beragam aplikasi web, yang sudah dikenal dan banyak dipakai diantaranya Google Map, Google Mail, dan Google Earth. Konsep yang ditawarkan punya nilai yang beda, sehingga punya posisi yang unik ditengah aplikasi web dari penyedia layanan lainnya. Terakhir, Google juga mulai merambah ke perangkat handphone. Namun tidak seperti Apple yang mengeluarkan gadget plus sistem operasi dengan Iphonenya, ia hanya mengeluarkan sistem operasi saja, dinamakan Android. Sepertinya Google ingin menancapkan sistem operasinya pada lebih banyak handphone sehingga tidak merasa perlu untuk membuat gadget sendiri.
Nah, balik ke judul di atas. Google saat ini juga mengeluarkan web browser, yang saat ini identik dengan Microsoft Internet Explorer, Mozilla Firefox, atau Apple Safari. Nama browser ala Google ini adalah Google Chrome. Konsep yang ditawarkan juga masih konsisten, kesederhanaan. Ini bisa terlihat dari tampilan yang boleh dibilang cukup minimalis sehingga memberikan ruang yang lebih luas untuk halaman web yang dibrowsing. Hal ini juga memberikan nuansa ringan saat memanggil aplikasi ataupun membuka halaman web, dibanding internet explorer yang biasa saya pakai, relatif lebih cepat. Mungkin karena internet explorer full loaded oleh plug in atau memang bawaannya. Teman lain pernah juga bercerita kalau Mozilla Firefox pun untuk versi terakhirnya agak terasa lebih lambat.
Tampilan Google Chrome saat pertama kali dibuka, akan menampilkan halaman home pilihan, sama seperti browser lainnya. Ruang berselancar lumayan luas, karena menu hanya mengambil dua baris saja di bagian atas, sementara di bagian bawah tidak ada status bar. Meskipun tidak ada status bar, informasi link alamat akan muncul di bagian kiri bawah saat kursor mouse kita menandai suatu link, dan status koneksi juga muncul setelah kita mengklik, selain animasi berputar di bagian tab atas. Dua baris menu yang disebutkan tadi tidak berisi menu sebagaimana layaknya suatu aplikasi. Baris pertama berisi tab-tab dari halaman yang kita buka, sedang baris kedua berisi kotak untuk mengetik alamat web yang akan kita selancar, plus icon back forward, refresh, favourite, dan setting. Yang unik saat kita membuka tab baru, akan muncul beberapa kotak yang berisi tampilan situs-situs yang paling sering kita kunjungi, lengkap dengan snapshot saat berkunjung terakhir. Selain itu juga ada menu pencarian, ini sepertinya jadi semacam trademark buat google. Menu pencarian ini khusus untuk search history halaman web yang pernah kita buka. O ya, yang lebih sip, kalau kita nulis alamat di bar, Google akan membantu dengan langsung menampilkan tebakan halaman web yang biasa kita akses dan bisa langsung enter kalau memang cocok. Beda sama Internet Explorer yang kudu gerakin kursor ke bawah buat milih dan belum mensortir sesuai tingkat akses sepertinya.
Mungkin bagi yang baru mencoba akan butuh waktu buat bisa adaptasi, setidaknya kalau terbiasa mencari menu-menu tertentu saat browsing. Tapi kalau untuk sekedar menulis alamat dan surfing biasa ga akan ngerasa beda, kecuali ama tampilan jendelanya saja. Ada si kelemahannya, maklum versi beta. Yang saya rasain, waktu bukan email Windows Live atau Outlook Web Access, sepertinya Chrome belum dikenal dan dianggap sebagai browser lawas jadi muncul peringatan atau ditampilin versi non advanced saat buka dua alamat tersebut. Hal lainnya, saat buka facebook, sebenarnya Chrome sangat-sangat asyik, karena lebih cepat, atau dua kali lebih cepat dari Internet Explorer. Cuma ada sedikit bug, ketika mo ngehapus suatu baris posting, ngga jalan. Selebihnya sih ok ok saja.
Simpulan akhir, sebagai browser baru yang berlabel versi beta, Google Chrome lumayan handal dan stabil, dan yang utama ringan plus cepat. Anda pasti akan terkesan sama kesederhanaannya, tapi kuat di isi. Jadi, mari ber-Google Chrome.




0 Responses to “Berselancar Ringan Dengan Google Chrome”
Leave a Reply