Archive for November 1st, 2008

01
Nov

Namaku Dick: Playboy Kena Barangnya!

Baru aja nyetel film “Namaku Dick”, yang dibintangin sama Tora Sudiro n Marissa Nasution. Genrenya senada dengan konotasi judul bagian belakang dan imajinasi poster, seks komedi. Meskipun bertema seks, boleh dibilang ni film clean dari unsur-unsur tersebut; hanya akting Tora ketika bermasalah dengan “Dick”-nya, istilah luar untuk “censored”-nya laki-laki atau di film ini diistilahkan “barang”. Ceritanya tentang pertualangan seorang laki-laki, Bama, diperankan Tora Sudiro, yang suka mempermainkan banyak perempuan. Hingga akhirnya sadar saat dia bertemu dengan cinta impiannya, yang diidam-idamkan sejak SD, Tiara, diperankan Marissa Nasution, masalah pun datang. Barangnya tiba-tiba bisa berbicara dan mengganggu aktivitasnya. Singkat cerita masalah tersebut hanya bisa hilang bila dia meminta maaf kepada perempuan-perempuan yang sudah disakitinya. Ternyata masalah itu juga tidak membuat dia makin dekat dengan cinta impiannya, walau akhirnya dia mendapatkan juga cinta itu.

Dari sisi cerita sangat sederhana, dan sepertinya ada film lain yang punya latar tema sama, dengan versi yang berbeda. Citra Tora sebagai aktor kawakan, spesialisasi komedi gak diraguin. Dan dukungan Marissa sebagai aktris utama wanita juga lumayan. Banyak hal-hal konyol yang terjadi, sehingga gelar film komedi untuk film ini memang bukan omong kosong. Film ini juga bukan film berat, jadi ga perlu mikir buat mencerna, dan spontan aja buat nangkep kelucuan yang ada di dalamnya. Sayangnya ada beberapa scene yang inkontinuiti, seperti saat pertama kali Bama mengalami masalah dengan barangnya, terlalu lama dan kurang greget take-nya, juga saat adegan berbicara serius. Asyik untuk diikuti dari awal sampai tengah, tapi di bagian belakang ritmenya jadi menurun dan agak kurang asyik buat diikutin. Sebenarnya sih bagus ada adegan serius, bisa menambah variasi tempo cerita. Cuma pengayaan skrip perlu lebih dipertajam, jadi tu adegan, baik komedi atau serius ga hambar. Secara keseluruhan, ratingnya 3 dari 5.

01
Nov

Terjebak Halloween

Tiga hari lalu, pas lagi jalan-jalan ke Sainsbury, semacam Carefour-nya UK, ngga sengaja lewat rak “halloween tools”.  Wah, will there be halloween this coming time? Bukan apa-apa, sebelumnya tu section ga ada. Pas sampe kampus, mulai deh merhatiin flyers, walau ga banyak tempelan bout halloween. Aga simpang siur juga, kapan sebenarnya tanggal perayaan halloween, pa 30, 31 Oktober atau 1 November? Kalo liat wiki si emang bisa antara tanggal-tanggal itu. Tapi formalnya kalo liat gelagat orang sini, sepertinya tanggal 31.

Apa itu halloween, kayaknya sih ga perlu diceritain. A bit common words, bout spooky things atau serem-sereman, ala barat. Jadilah orang-orang menggunakan kostum-kostum unik menyeramkan, walau kadang malah jadi lucu. Yang favorit sih model pakaian ala nenek sihir dengan baju hitam, topi kuncup, dan sapu lidi (ce); plus drakula (co), ato zombie. O ya, tak ketinggalan juga teriak-teriakan spooky. Aksesoris lain yang jadi simbol, buah labu, yang dibolongin jadi bergambar wajah spooky.

Na karena pengen tau, gimana polah tingkahnya orang sini pas halloween, jadi pengen jalan keluar. Kalo di kampus sih, meskipun ada satu dua yang berkostum halloween, atau semacam pesta kecil, kurang asyik. Kebetulan ada temen ngajak buat ke pusat kota, specifically acara tour “Halloween Catwalk.” Dalam bayangan, wa seru nih bisa lihat, peragaan kostum halloween. Meski waktunya mepet, 30′ got to go ni malam tadi,  soalnya gi nunggu cucian n belum makan. Acara masaknya diganti jadi manasin makanan kemasan, n segera ambil cucian. Meski telat dan aga nyasar nyampe di castle, tempat acaranya, akhirnya masih tetep bisa ngikutin, karena rombongan baru 100 meter bergerak dari titik tour. O ya, ni castle, istana kunonya Lancaster, masih berdiri utuh, n sebagian bangunan akhirnya difungsikan sebagai penjara. Nah ternyata kita kecele, karena bayangan bakalan dibawa keliling masuk castle dan ada penampilan beragam orang dengan pakaian halloween, ternyata gak ada. Yang ada kita dibawa keliling-keliling kota, berhenti di bangunan tertentu, dan diceritain soal kejadian-kejadian atau cerita hantu terkait.  Catwalknya ternyata jalan-jalan kaki dewe! Yah meskipun kecewa, karena rombongannya banyak, dan ada di antara mereka ada yang berkostum halloween, masih agak terhibur. Ditambah lagi yang punya acara, bawa personil pendukung, yang di tengah-tengah penjelasannya tour guide, tiba-tiba nongol dan coba ngagetin dengam atribut halloweennya. Selain itu, waktu naik bus n sepanjang jalan di pusat kota, mesti ketemu sama mereka-mereka yang berkostum halloween. So, still a good night, meski ga so excited.

Terakhir, istilah “trick or treat?” juga identik ma halloween. Dikasih tahu ma temen waktu chatting beberapa hari lalu, jadi ngeh. Tu istilah diucapin ma anak kecil yang keliling-keliling rumah, ngetok pintu, n say “trick or treat?”. Maksudnya sih biar yang punya rumah mau “treat” ngasih permen atau cokelat. Dan tentu saja anak-anak itu sudah siap dengan keranjang atau kantung. Na kalo ga ngasih, ntar tu anak-anak bakalan bikin “trick” ke yang punya rumah. Tadi sih pas jalan ketemu ma anak-anak yang bawa keranjang isi coklat, cuma ga ngeliat pas lagi “trick or treat?”, pa lagi gimana “trick”-nya? Liat di film aja kali ya, mestinya sih ada; inget-inget sih pernah ngeliat.

Are you hallowen-ed, trick or treat?




Mirror Blog

 

November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930


My BlogCatalog BlogRank

eMShi Blog at Blogged

Site Meter

Add to Technorati Favorites

Delicious Bookmark this on Delicious

Bookmark, Share and Post to Profile
on your facebook, myspace, etc

AddThis Feed Button
on your RSS feed readers

http://emshi.blog.friendster.com