“Cinta Itu Satu”
Dia bilang cinta itu satu
aku bilang cinta itu memang satu
satu waktu, kini, memang hanya satu
yang pernah hadir hanyalah lalu
terhapus, hanya kenangan, atau tersimpan dalam beku
Cinta itu ada bukan hanya karena merasa
ia butuh tempat, ia butuh janji
hingga merasa nyaman dan tetapkan dirinya
bila satu itu ada, tak secelah pun ruang untuk lainnya
bukanlah sekedar janji, tapi hati yang saling menjaga
Kadang cinta tak dapatkan tempat itu,
tak dapatkan janji itu
satu, dua, tiga kali ia bisa bertahan
Lebih dari itu tak ada yang dapat mencegah
bila cinta mulai mendera
apalagi bila di sana bersama dengan lainnya
karena ia butuh hidup, butuh siraman
bukan maksud cinta tuk berpaling
bukan cinta tak sungguh, bukan cinta tak nyata
ia hanya ingin bersandar
pada tempat yang bisa menerimanya
mencoba mencari atau bukakan pintu bagi yang datang
satu yang dituju
satu untuk bahagia
satu untuk selamanya
Tak mudah memang,
karena cinta bukan sekedar suka,
dan bukan sekedar sayang
yang hadir di antara, bukanlah cinta
hanya warna kehidupan
yang bisa datang bisa pergi
tanpa bermaksud untuk atau bermain dengan rasa
hanya rasa yang memang tak datang,
atau tak kunjung datang
Di luar itu,
sama sekali bukan suka, bukan sayang,
dan bukan pula cinta
hanya pertemanan, kadang menjadi sahabat
pertalian yang dapat hadir
di manapun, kapanpun
Seperti halnya suka, sayang,
yang tak menjadi cinta
kadang membuat dunia menjadi jauh,
mungkin butuh waktu
lebih indah, jalan dalam teman, dalam sahabat
tulus menghargai, dan coba berempati
Kini pun yang ada masih dia
meski (mulai) tersimpan dalam beku
ia bisa mencair (kapanpun itu),
bila waktu masih ada dan berikan jalannya
© mc / lancs, 14 okt 08 dini hari weshouldntbelikethis
more onemshi.8m.com




0 Responses to “Cinta Itu Satu”
Leave a Reply
You must login to post a comment.