Archive for August, 2008



09
Aug

Nyanyian Datar

“Nyanyian Datar“

Hari-hari berlalu
Suka senang sapa nestapa
Siapa suruh ia datang dan isi harimu
Jalan hidup kadang memang tidak memilih
Sudah resapi saja bahagia itu,
hapuskan semua gelisah

Dan yang berlalu biarlah berlalu
Simponi datar redakan semua
Tanpa harap tanpa luka

© mc / dpk, 09 agu 08
more on
emshi.8m.com

09
Aug

Adakah Sayang Itu Berarti Bagimu?

“Adakah Sayang Itu Berarti Bagimu?“

Ketika hati tak dapat lagi menahan
Semakin terdera dan merasa tersisihkan
Masihkah sayang itu berarti bagimu (Do you have that feel for me)?

Bagiku sayang itu satu, bagimu
Setiakan diri menunggu hingga hatimu siap tuk bersanding, kapan pun itu
Namun, terlalu naif bila hati bersandar pada satu
Bila tiada rasa bergetar di sana

Mungkin harus kudiamkan diri
Resapi arti kehadiran antara kita
Buat hati tuk tentukan ruang itu tetap satu, atau
Bukakan hati dan berikan ruang bagi yang lain
Karena hati ini (tetap) hanya ingin satu
Yang bisa menerima sayang itu
Dan buatku selalu tersenyum padanya

-/- __@

© mc / dpk, 09 agu 08 selamatpagiindonesiakutercinta
more on emshi.8m.com

09
Aug

Haruskah Ketakutan Itu Mengalahkan?

“Haruskah Ketakutan Itu Mengalahkan?“

Bayang masa lalu tenggelamkan hati
Tak dapat bukakan diri akan datangnya kasih yang tulus menghampiri

Sesuatu itu tidaklah sama (menyakitkan)
Dan tidak harus sama (indahnya)
Lepaskanlah dirimu dari bayang
Karena hanya akan membuatmu tak bergerak
Dan tak pernah raih bahagia
Karena kau selalu kalah oleh bayang
Yang tak berikan kesempatan dirimu tuk temukan cinta sejatimu

© mc / dpk, 09 agu 08
more on
emshi.8m.com

05
Aug

Really Complicated, PW in Jilid Dua

Mala Menyambung tetralogi dangdut pertama yang berjudul Nora, di buku kedua Putu Wijaya (PW) mengambil judul Mala. Senada dengan judul pertama, yang justru tidak mengangkat tokoh judul sebagai sentra cerita, di buku kedua pun demikian. Tokoh Mala malah condong minor, berganti ke sentra tokoh lain, rekan kerja Mala yang kini menggantikan posisinya di kantor setelah ia sendiri masuk penjara.

Cerita yang diambil memang merupakan sekuel dari buku pertama, tapi alih-alih menyambung kisah hidup Mala, malah menonjolkan cerita tokoh lain di atas. Hanya di bagian akhir, ada cerita tentang Nora. Pada buku kedua ini, Mala diberitakan bebas. Muncullah kegaduhan di kantor Mala yang notabene merupakan media massa. Pertentangan antara memutihkan kembali nama Mala atau menenggelamkannya saja. Di sinilah tokoh lain tersebut diangkat, gambaran mengenai idealisme yang dikalahkan kemapanan hidup. Bayang-bayang Mala seakan menghantui orang-orang penting di kantor, seakan akan mendapatkan balas dendam. Cerita kemudian beralih ke sosok Nora, yang akhirnya benar-benar kawin lagi, tinggal di tempat yang tidak jelas, dan terbawa ke jaringan PSK. Ada juga intrik hubungan sesama jenis, dan pembunuhan sadis, yang sangat tidak mengenakkan untuk dibaca. Di bagian akhir, tiba-tiba saja Mala diceritakan tewas bunuh diri, akhir cerita yang dimaksudkan dramatis, malah terkesan memaksa, kalau tidak terkesan aneh tiba-tiba. Sepintas ada kesan PW ingin mengangkat realitas terkini kejadian di masyarakat kita, terlihat dari beberapa insert-insert cerita yang ada. Semacam kritik sosial atau sekedar mendokumentasikan dalam cerita.

Njelimet, itulah kesan yang tertangkap dari buku ini. Buku pertama sudah berkesan seperti itu juga, tapi masih ada bagian yang enjoy untuk dinikmati. Tapi buku kedua ini bener-bener njelimet, susah dimengerti. Ketimbang menyebutnya sebagai buku berat, saya lebih suka menyebutnya sebagai buku abstrak. Sesuai tag pada covernya sebagai bacaan dewasa, memang demikianlah adanya, ada beberapa bagian cerita berkenaan dengan aktivitas atau imajinasi seks. Kalau pun nanti ada buku ketiga dari tetralogi dangdut ini, i think i’d say no to buy it, bacaan njelimet not so relax to enjoy.

04
Aug

Ini Buat Loe

Ohmygod Ini Buat Loe, sepertinya lebih tepat untuk judul film ini, ketimbang Oh My God. Film yang dibintangi Ringgo (Margo), Desta (Ipin), n Revalina (Tiara) ini bertutur tentang cinta yang hidup dan tumbuh di hati seorang pria, meskipun ia sempat terabaikan oleh sang wanita, namun dengan upaya dan kesempatan yang datang, ia bisa mendapatkan balas atas cintanya. Semata karena apa yang ia lakukan ini buat loe.

Pas dateng ke Detos 21 minggu sore ini, pilihan awalnya mau nonton Batman. Tapi timbang-timbang waktu yang ga pas, akhirnya pilih nonton Oh My God. Lagi-lagi poster film yang kurang menggambarkan apa isi film, bikin kita jadi mereka-reka what the story is. Citra Ringgo yang melekat nyeleneh dengan film genre seks komedi, bikin kesan, is it another sex comedy of Ringgo. Palagi ngeliat ada Maia di film, not so interested, and the act IMO bad. Cuma Revalina saja yang bikin film ini jadi menggelitik untuk ditonton. Timbang-timbang, lama ga nonton film Indonesia, yang belakangan agak2 gak asyik, well akhirnya coba saja nonton ni film.

Pas awal ngeliat, sempet mikir what sex slapstick gonna show up, and actually there no at all. Film ini boleh dikategorikan sebagai drama komedi, atau komedi saja. Tokoh utama yang tampil, justru sosok Desta dan Revalina, sedang Ringgo berperan sebagai pacar dari Revalina. Sosok Ipin yang sederhana atau boleh dibilang kampungan berhadapan dengan Tiara dan Margo yang berada, dengan genk populernya. Tiara yang mencalonkan sebagai ketua OSIS akhirnya berhadapan dengan Ipin yang mencalonkan juga. Karena kehilangan popularitasnya, Tiara akhirnya menjadi tertarik pada Ipin. Setelah jalan dan lebih dekat, akhirnya Tiara pun jatuh hati. Cerita juga tentang pertentangan gank populer vs anti populer, di sekitaran pemilihan ketua OSIS, dan keunikan emak Ipin dengan tingkah polahnya.

Cerita lumayan mengalir, dan kelucuan-kelucuan yang ada boleh dibilang orisinal dan spontan, bahkan bisa bikin penonton ngga jaim buat tertawa terpingkal-pingkal. Best laugh scene maybe saat Ipin ketauan kalo umurnya 22 n adegan pertarungan dukun vs emak Ipin yang jadi musik ala senam pagi. Meskipun komedi, ada sisi yang touchy juga. Kelebihan film ini adalah gambaran kehidupan yang realistis, terlihat pengambilan gambar dan penggarapan cerita. Overall rate it 5 out of 5.

02
Aug

Terlewati

“Terlewati“

Waktu berjalan terasa lambat
tak terasa sesuatu terlewati
hingga semua menjadi cepat berlalu

© mc / dpk, 03 agu 08 unconcept
more on
emshi.8m.com

02
Aug

Would You Be My Love?

“Would You Be My Love?“

Hati ini lelah tuk temukan
hati ini jera terjatuhkan
hati ini tak ingin terdampar

Tak mudah hati temukan
tambatan hati tempat curahkan segala keceriaan
hanya ingin memberi
dan nyatakan selalu ada untuknya

Ku bahagia saat akhirnya ku temukan dirimu
ada takut ku terjatuh
tapi kurelakan terus melangkah
karena kuyakini dirimu

Ku tak harapkan balas apa pun
cukup bagiku melihat dirimu tersenyum
tanda kau terima apa yang coba kuberi

Izinkan hati ini tuk berlabuh
selami kebahagiaan bersamamu
tak kan mencari lagi
satu dirimu, saat ini dan selamanya

© mc / dpk, 02 agu 08 2:de-I
more on
emshi.8m.com




Mirror Blog

 

August 2008
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031


My BlogCatalog BlogRank

eMShi Blog at Blogged

Site Meter

Add to Technorati Favorites

Delicious Bookmark this on Delicious

Bookmark, Share and Post to Profile
on your facebook, myspace, etc

AddThis Feed Button
on your RSS feed readers

http://emshi.blog.friendster.com