Album terbaru Peterpan bertajuk ‘Sebuah Nama Sebuah Cerita’ yang sekaligus menjadi album terakhir sebelum akhirnya berganti nama baru. Album ini boleh dibilang sebagai album kompilasi karena menyajikan seluruh lagu dari album pertama hingga akhir. Karena itulah, ia hadir dalam dua keping CD, dengan total lagu sebanyak 30 lagu. Tidak semuanya lagu lama, ada empat lagu baru, yang satu diantaranya tidak benar-benar baru karena merupakan gubahan Chrisye.
Sebagai band besar, atau pantas dibilang digdaya, musikalitas dan magnet peterpan tidak diragukan lagi. Album ini layak dikoleksi, apalagi merangkum seluruh lagu dari album-album sebelumnya. Pantas disebut sebagai sebuah wall of fame musik peterpan.
Lagu-lagu barunya pun langsung klik dan ok punya. Agak slow beat namun bernuansa fun, meskipun lirik terasa melow. Ketiga lagu tersebut boleh dibilang bertema sama, tentang cinta mengambang, yang terabaikan, yang terlelahkan. Tanpa harus menjadi terhempas, atau mengingkari rasa, perlahan jauhkan diri. Ya, cinta tak pernah memaksa, memaksa untuk menerima, ataupun memaksa untuk menahan yang tak terbalaskan. Bisa menerima, tapi tak dapat dimengerti.
‘Walau Habis Terang’
Ku terbiasa tersenyum tenang
Walau a.. hatiku menangis
Kaulah cerita, tertulis dengan pasti
Selamanya dalam pikiranku
Peluk tubuhku untuk sejenak
Dan biarkan kita memudar dengan pasti
Biarkan semua seperti seharusnya
Tak akan pernah menjadi milikku
Lupakan semua tinggalkan ini
Ku kan tenang dan kau kan pergi
* Berjalanlah walau habis terang
Ambil cahaya cintaku terangi jalanmu
Di antara beribu lainnya
Kau tetap 3x benderang a..
‘Dilema Besar’
Mulai terasa lelah aku bertahan
Terlalu lama kau terdiam
Terlalu lama kau meredam cinta
Berapa besar yang kau dapatkan
Tak selamanya ku mengalah
Tak selamanya ku diam a..
* Bawa aku pergi dari ini
Di tempat kau berpaling
Dan bila ku pergi dari ini
Akankah kau kembali
Harus berapa lama terus berjalan
Dalam hati tak teryakinkan
Segalanya kan berubah o.. na..
*)
Ku dapat menerima
Tapi tak mengerti o..
‘Tak Ada Yang Abadi’
Tak kan selamanya tanganku mendekapmu
Tak kan selamanya raga ini menjagamu
Seperti alunan detak jantungku
Tak bertahan melawan waktu
Dan semua keindahan yang memudar
Atau cinta yang telah hilang
Tak ada yang abadi 2x
Biarkan aku bernafas sejenak
Sebelum hilang
* Jiwa yang lama segera pergi
Bersiaplah para pengganti




0 Responses to “Lelah Bertahan, Meredam Cinta”
Leave a Reply
You must login to post a comment.