“Catatan Kecil“
Jejak langkah, sadar atau tidak, kadang hantarkan kita pada satu pertemuan yang tidak kita duga. Sebuah perkenalan, yang bisa saja begitu biasa, langsung berarti, atau bermakna lama setelahnya. Seperti halnya cinta yang datang pada perjalanan waktu, ia bisa hadir lebih dulu pada satu insan dan belakangan pada lainnya, bersamaan, atau tidak sama sekali pada keduanya. Layaknya tanaman, cinta tidak bisa hidup sendiri ia butuh siraman baginya untuk tumbuh dan mekar. Dan bila ia terabaikan, dan akhirnya terlelahkan, cepat atau lambat ia pun bisa menjadi hilang dan mati. Sesal, satu kata yang biasa beriring pada cinta yang tak sampai. Tapi tak perlu ada sesal bila rasa telah jujur dan sampaikan, ketika cinta itu hadir dan benar terasakan. Demikian pula jawab yang ada padanya, boleh ya, tidak, atau beri kesempatan, sah-sah saja asal jawab itu juga jujur dan tersampaikan. Satu hal, “Jangan salahkan cinta yang datang menghampirimu, salahkan saja diri yang tak pantas memilikimu“
Cinta pun bisa punya arti yang begitu banyak, sebanyak berjuta-juta orang yang merasakan dengan rasanya masing-masing. Sebanyak pula puisi dan lagu yang terinspirasi darinya. Satu yang jelas, cinta itu hadir ketika ada rasa memiliki dan tak bisa lepas darinya. Merasakan kehadirannya menjadi begitu penting, tidak harus selalu dalam bentuk pertemuan fisik, tapi cukup dengan tahu bahwa ia ada dan peduli. Kata pepatah,“Jauh di mata dekat di hati“. Biar begitu, bertemu muka tetaplah penting, obat bagi rindu yang memuncak.
Cinta bisa kesal, bisa marah, tapi tidak benar-benar kesal ataupun marah. Itu hanyalah ekspresi saat ia butuh perhatian, ketika di sana yang mungkin sadar atau tidak sadar, abaikan lainnya. Dan ketika ia bilang ia akan pergi, ia pun tidak benar-benar pergi, setidaknya hati masih menyimpannya, sebuah ungkapan ketulusan,“Won’t leave u ever, it’s not a promise, just written in my heart.“ Tinggal di sana tentukan, apakah ia panggil kembali cinta itu atau memang inginkan ia pergi. Yah kembali saja pada jujurnya rasa, hingga tak perlu sesal meraja kemudian.
Saat cinta tak lagi bisa menahan, tergerus, dan makin menepi. Maka tidaklah cinta itu hidup, kemudian membeku, dan hanya tinggalkan guratan indah dalam kenangan,“Now i die, really die. With a smile, smile that i still have that love for u.“
Lalu, mau ke mana Cinta?
© mc / dpk, 17-27 agu 08 extendedmixedimpliedpoetic_betaone
more on emshi.8m.com




0 Responses to “Catatan Kecil”
Leave a Reply
You must login to post a comment.