Archive for August 5th, 2008

05
Aug

Really Complicated, PW in Jilid Dua

Mala Menyambung tetralogi dangdut pertama yang berjudul Nora, di buku kedua Putu Wijaya (PW) mengambil judul Mala. Senada dengan judul pertama, yang justru tidak mengangkat tokoh judul sebagai sentra cerita, di buku kedua pun demikian. Tokoh Mala malah condong minor, berganti ke sentra tokoh lain, rekan kerja Mala yang kini menggantikan posisinya di kantor setelah ia sendiri masuk penjara.

Cerita yang diambil memang merupakan sekuel dari buku pertama, tapi alih-alih menyambung kisah hidup Mala, malah menonjolkan cerita tokoh lain di atas. Hanya di bagian akhir, ada cerita tentang Nora. Pada buku kedua ini, Mala diberitakan bebas. Muncullah kegaduhan di kantor Mala yang notabene merupakan media massa. Pertentangan antara memutihkan kembali nama Mala atau menenggelamkannya saja. Di sinilah tokoh lain tersebut diangkat, gambaran mengenai idealisme yang dikalahkan kemapanan hidup. Bayang-bayang Mala seakan menghantui orang-orang penting di kantor, seakan akan mendapatkan balas dendam. Cerita kemudian beralih ke sosok Nora, yang akhirnya benar-benar kawin lagi, tinggal di tempat yang tidak jelas, dan terbawa ke jaringan PSK. Ada juga intrik hubungan sesama jenis, dan pembunuhan sadis, yang sangat tidak mengenakkan untuk dibaca. Di bagian akhir, tiba-tiba saja Mala diceritakan tewas bunuh diri, akhir cerita yang dimaksudkan dramatis, malah terkesan memaksa, kalau tidak terkesan aneh tiba-tiba. Sepintas ada kesan PW ingin mengangkat realitas terkini kejadian di masyarakat kita, terlihat dari beberapa insert-insert cerita yang ada. Semacam kritik sosial atau sekedar mendokumentasikan dalam cerita.

Njelimet, itulah kesan yang tertangkap dari buku ini. Buku pertama sudah berkesan seperti itu juga, tapi masih ada bagian yang enjoy untuk dinikmati. Tapi buku kedua ini bener-bener njelimet, susah dimengerti. Ketimbang menyebutnya sebagai buku berat, saya lebih suka menyebutnya sebagai buku abstrak. Sesuai tag pada covernya sebagai bacaan dewasa, memang demikianlah adanya, ada beberapa bagian cerita berkenaan dengan aktivitas atau imajinasi seks. Kalau pun nanti ada buku ketiga dari tetralogi dangdut ini, i think i’d say no to buy it, bacaan njelimet not so relax to enjoy.




Mirror Blog

 

August 2008
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031


My BlogCatalog BlogRank

eMShi Blog at Blogged

Site Meter

Add to Technorati Favorites

Delicious Bookmark this on Delicious

Bookmark, Share and Post to Profile
on your facebook, myspace, etc

AddThis Feed Button
on your RSS feed readers

http://emshi.blog.friendster.com