Siapa yang tidak kenal dengan Kang Abik, panggilan akrab untuk Habiburrahman El Shirazy, dengan karyanya yang fenomenal, novel Ayat-ayat Cinta, yang menjadi best seller, hingga versi layar lebarnya. Karya lainnya yang termasuk baik adalah Ketika Cinta Bertasbih jilid dua.
Kenapa disebut jilid duanya saja? Ini karena novel yang teridiri dari dua jilid ini baru terasa bagus dan enak dinikmati pada jilid duanya. Sedang pada jilid satu sebagaimana telah dibahas sebelumnya, terkategori cukup baik saja, karena agak terjebak dalam dakwah eksplisit, yang membuat novel ini menjadi kehilangan esensinya sebagai novel.
Untuk membaca jilid dua ini saja, sempat malas untuk meneruskan membaca begitu merasa hilangnya enjoyment of novel reading dari jilid satu. Tapi ketika iseng untuk buka-buka jilid dua, begitu masuk bab pertama langsung kerasa kalo Kang Abik mulai kembali ke jalurnya. Pesan bisa disampaikan secara implisit dalam novel melalui dialog-dialog yang cerdas, tanpa menggurui, tapi menjadi bagian dari alur cerita.
Bila dibandingkan dengan AAC, penampilan tokoh dan ceritanya lebih baik. Ketimbang tokoh Fahri AAC yang terasa begitu perfeksionis nyaris tanpa hal minor, tokoh Khairul KCB terasa lebih nyata, dengan latar sebagai pemuda dari keluarga yang biasa-biasa saja, pekerja keras, dan masih punya emosi yang bisa keluar dari manusia biasa.
Variabilitas cerita juga lebih beragam, tanpa harus menjadi kehilangan alur cerita. Esensi cerita dari KCB, bila pada jilid satu mengangkat etos kerja dan perjuangan seorang mahasiswa Indonesia dalam menyelesaikan studi di Mesir sekaligus membiayai keluarga di Indonesia. Pada jilid dua bertutur mengenai pengukuhan pencaharian hidup dan pencarian pasangan hidup. Terpujinya cerita karena tidak bicara mengenai kesempurnaan tetapi bagaimana sisi ketidaksempurnaan dapat muncul dan bagaimana menyikapinya.
Novel jilid dua ini layak pula disebut sebagai novel entrepreneur, karena menyuarakan spirit bagaimana kewirausahaan dibangun, bukan sekedar kemauan dan etos kerja tapi juga smartness.
Kalau mau dirating, KCB jilid dua atau disebut buku dua oleh sang pengarang layak dinilai 5 dari 5.
Sebagai penutup, untuk diangkat ke layar lebar KCB juga berpotensi untuk jadi box office, dengan syarat tidak dipaksakan dalam satu episode dengan porsi yang sama dari dua jilid novel ini. Akan lebih baik, sedikit preview dari cerita novel jilid satu dan lebih banyak untuk mengangkat cerita jilid dua!




0 Responses to “It’s More Than Ayat-ayat Cinta, Surely Is!”
Leave a Reply
You must login to post a comment.