"Ada sebagian orang yang kurang beruntung, karena sama sekali tak merasakan tulusnya cinta. Belajar dari sejarah, cinta tak pernah mengenal kata terlambat," itulah petikan prolog lagu "Belum Terlambat" dalam sampul album terbaru Padi "Tak Hanya Diam". Setelah lama vakum, akhirnya Padi muncul kembali dengan nuansa baru. Baik dentuman alat musik maupun kekuatan vokal seluruhnya terasa menonjol, dengan nuansa yang lebih garang atau tepatnya "cerah" seperti halnya cover album yang berwarna merah. Debut single pertamanya, "Sang Penghibur" minggu ini menempati posisi ke-2 di tangga lagu MTV Ampuh. "Berlari dan terus berlari, itulah dinamika kehidupan di kota besar. Kapan terakhir kita berhenti sejenak, meresapi apa yang sudah di dapat, dan benar-benar menghibur diri," menjadi prolog dari lagu sang penghibur. Kesepuluh lagu yang ada di album ini, selalu disertai prolog dalam sampul albumnya. Seperti single debut pertamanya, Padi memang ingin menampilkan nuansa keceriaan bagi para pendengarnya, penyemangat, layaknya "Sang Penghibur". Well, good job Padi!
"Belum Terlambat"
Belumlah terlambat untuk mengerti
dan belum terlambat untuk menumbuhkan cintaku
Di pangkuan hati titian hidupku
tak pernah ku tau ada sesuatu
di dalam jiwamu membahagiakan dirimu
betapa kusungguh tak menyadari itu
Apakah cinta yang membahagiakanmu
sesuatu yang ingin kumiliki
* Belumlah terlambat untuk mengerti Membayangkan itu aku pun mulai mencoba
dan belum terlambat untuk menumbuhkan cintaku
selama hidup sepanjang usiaku
tak sekalipun pernah ku menyentuh wujudnya
mengerti sedikit tentang perasaan itu
pernah terkaburkan oleh pilu kepedihan
mungkin aku salah dalam mengartikan itu semua
*)
"Sang Penghibur"
Setiap perkataan yang menjatuhkan
tak lagi kudengar dengan sungguh
juga tutur kata yang mencela
tak lagi kucerna dalam jiwa
Aku bukan seorang yang mengerti
tentang kelihaian membaca hati
aku cuma pemimpi kecil yang berangan
tuk merubah nasibnya
* Oh bukankah ku pernah melihat bintang
senyum menghiasi sang malam
yang berkilau bagai permata
menghibur yang lelah jiwanya
Kugerakkan langkah kaki
di mana cinta akan bertumbuh
kulayangkan jauh mata memandang
tuk melanjutkan mimpi yang terputus
Masih kucoba mengejar rinduku
meski peluh membasahi tanah
letih penat tak menghalangiku
tuk temukan bahagia
*)
Bukankah hidup ada perhentian
tak harus kencang terus berlari
kuhelakan nafas panjang
tuk siap berlari kembali
(Bagai bintang yang bersinar
menghibur yang lelah jiwanya
bagai bintang yang berpijar
menghibur yang sedih hatinya)




0 Responses to “Apakah Cinta Yang Membahagiakanmu, Belumlah Terlambat Untuk Mengerti”
Leave a Reply
You must login to post a comment.