Natural dan real life, itulah kesan yang didapat dari film terbaru yang dibintangi Nirina Z, "Kamulah Satu-satunya". Film ini disutradarai oleh Hanung B, yang pernah sukses dengan "Jomblonya". Natural karena kualitas gambar seperti apa adanya, entah karena disengaja tidak dilakukan proses editing efek atau memang penggunaan kamera yang tidak tergolong kualitas tinggi, alih2 untuk penghematan biaya. Kesan ini sudah nampak di awal film, saat ditampilkannya suasana konser dewa 19, very2 biasa saja, n seems taken by regular tv camera only. Plus tampilan tulisan nama2 pemain n crew, hanya berupa tulisan putih biasa berlatar hitam yang menyelingi tampilan konser dewa 19. Scene2 pemandangan pun tidak terekspose dengan optimal, eksplorasi keindahan tidak muncul; bandingkan dengan kualitas ekplorasi pemandangan di film "Denias, Senandung Di Atas Awan’" yang mampu membuat kita berdecak kagum. Real life, karena menampilkan sisi kehidupan yang juga apa adanya, suasana kehidupan di daerah vs kota besar.
Film ini bersifat ringan, ga perlu merengutkan kening untuk mencernanya. It’s about petualangan gadis desa (acted by Nirina Z) yang bersikeras datang ke kota untuk mengejar mimpi bertemu dengan band pujaannya. Untuk mewujudkan hal itu, ia mendapat dukungan dari teman lelakinya (acted by junior), yang memang rela berbuat apa saja demi sang pujaannya. Dalam petualangannya di Jakarta ia bertemu bermacam orang dari yang berniat jahat hingga yang berniat baik. Satu hal yang bisa ditarik dari pengalamannya itu, orang tidak bisa dinilai hanya dari penampilannya saja. Akhir cerita, ia sadar bahwa mimpi yang ia kejar telah membuatnya meninggalkan orang2 yang menyayanginya, dan ia ingin kembali dekat dengan mereka.
Meski pada dasarnya merupakan film cerita, nuansa komedi meliputi film ini, lumayan menggelitik. Salah satu yang unik adegan meminta bantuan pada pengumum sumbangan di mesjid. This film juga bisa membawa emosi penonton to be with the girl when she’s in trouble. Nirina realy2 do a good act, but still need to be a little more ndeso, may be the scenario. Junior do good also. There’s also Didi Petet, acted as grandfather, well he is the expert.
Despite the picture quality, that seems intentionally made to make this film had natural feel; all’re compensated with the story that flowed continously, plus some good humour, rate it 4 out of 5.




0 Responses to “Nirina Z Goes Ndeso”
Leave a Reply