Tumpah blek, itulah pemandangan suporter ‘Gila Bola’ Indonesia, selasa sore tadi di stadion utama ‘GBK’ senayan. Laga tanding antara Indonesia dengan Bahrain merupakan laga perdana grup piala Asia AFC 2007 yg diadakan di Indonesia. Selain di Indonesia, tiga grup lain bertanding masing2 di Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Per grup terdiri dari 4 negara yg bertanding.
Mungkin karena lama tak ada even seperti ini, banyak masyarakat jadi ingin datang menyaksikan tim kesayangannya bertanding, bahkan pasukan dari luar kota pun turut datang, seperti aremania. Tiket yang dijual terdiri dari 4 kelas mulai 15rb (tribun atas), 25rb (tribun bawah), 75rb (tribun bawah tengah), dan 200rb (tribun vip); harga tiket ini akan lebih mahal pada babak selanjutnya, dan di final menjadi antara 50rb hingga 500rb.
Mengingat ukuran kantong masyarakat kita, tentunya akan banyak yang memburu tiket termurah, otomatis jumlah yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah peminat. Terbukti sore tadi banyak penonton bergerombol di luar ingin masuk, tanpa tiket karena ingin gratis atau karena tidak kebagian tiket. Kalo dari hukum supply n demand dari kelas termurah tentunya lebih karena tidak kebagian tiket. Setelah masuk ke dalam stadion, jelas terlihat seluruh tribun atas penuh, kecuali kolom di atas tribun vip yang sengaja dikosongkan, walaupun di tengah pertandingan akhirnya diperbolehkan untuk ditempati. Untuk tribun bawah agak longgar, banyak bangku yang kosong.
Bicara bangku, gembar gembornya bangkunya sudah menggunakan bangku plastik bernomor. Kecele juga sih, sebab di tiket tertulis nomor bangku, nyatanya tidak ada bangku bernomor dan masih berupa bangku kayu. Bangku plastik memang ada tapi di tribun vip dan kolom tribun di sampingnya. Bicara kondisi stadion, sisi lorong luar melingkar termasuk tangga tampaknya sudah perlu renovasi, kondisi lantai sudah tidak layak.
Lupakan dulu deh kondisi stadion, butuh dana besar untuk renovasi. Tapi kalau kondisi lapangan sudah dipermak tampaknya, plus layar video super besar yang menggunakan teknologi terbaru, menggantikan layar dot super besar.
Tidak sia-sia bercape-cape ke senayan, pertandingan berlangsung seru dan menarik, bahkan diwarnai beberapa kartu kuning, yang lebih banyak dikenakan ke pemain Indonesia; sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dilakukan pemain kita. Hakim garis tampak kurang jeli, terlihat dari tidak diangkatnya bendera padahal jelas-jelas garis pemain Bahrain dalam posisi offside. Luar biasa permainan tim kita bisa mengimbangi permainan Bahrain, bahkan penguasaan bola lebih banyak di tim kita. Skor 1-1 di babak pertama, dan 2-1 di babak kedua. Sebenarnya banyak peluang bagus si, cuma kurang baik di penyelesaian akhir. Di pertandingan berikutnya lini belakang perlu sedikit dibenahi, terutama dalam bloking pemain lawan yang berdiri bebas. Kabarnya atas kemenangan ini masing-masing pemain dapat bonus 25jt. Viva buat tim Indonesia, n viva pula buat suporter kita!




0 Responses to “Gi8ol, Viva Indonesia 2-1!”
Leave a Reply
You must login to post a comment.