Archive for July, 2007

30
Jul

Gi8ol: A Goal 4 Independence

800pxflag_of_iraq Who’ll ever expect that a country under war could win a competition and be a champion. It’s Iraq that just recently became the winner of AFC Asian Cup 2007 after defeating Saudi Arabia by 1-0 (0-0) in Gelora Bung Karno Stadium, Jakarta. It’s a very special moment for the people of Iraq to show their existence, in the nuance of war and internal conflict in their home country, after US and its alies invasion to the country in order to beat down Saddam Husein.

The supporters in the stadium, of which the majority of them are Indonesians — as the games being held in Jakarta, never stopped yelling "Iraq, Iraq, Iraq" to show their supports to the country. It didn’t mean that they didn’t like Saudi Arabia, it just that if Saudi Arabia won, it’d be regular as expected, but if Iraq won, it’d mean a lot, a symbol of strive for independence, ruling their own country without the shadow of foreign troops.

The joy of happiness also held around Iraq, brought the unity. It’d really be a good momentum for the people of Iraq to unite, instead of divide, for one goal, one destiny, to get their real independence and rule their own country. Unfortunately, Younes Mahmoed, the team captain, and the one and only goal maker of the final game, fear to celebrate the win in his home country, it’s ok for him to be with the people celebrating the win, but who will guarantee the security? So, where the question gonna find the answer. Still there should be hope as it is the game that bring the world in unity and peace.

18
Jul

Nirina Z Goes Ndeso

Kamulahsatu2nyaNatural dan real life, itulah kesan yang didapat dari film terbaru yang dibintangi Nirina Z, "Kamulah Satu-satunya". Film ini disutradarai oleh Hanung B, yang pernah sukses dengan "Jomblonya". Natural karena kualitas gambar seperti apa adanya, entah karena disengaja tidak dilakukan proses editing efek atau memang penggunaan kamera yang tidak tergolong kualitas tinggi, alih2 untuk penghematan biaya. Kesan ini sudah nampak di awal film, saat ditampilkannya suasana konser dewa 19, very2 biasa saja, n seems taken by regular tv camera only. Plus tampilan tulisan nama2 pemain n crew, hanya berupa tulisan putih biasa berlatar hitam yang menyelingi tampilan konser dewa 19. Scene2 pemandangan pun tidak terekspose dengan optimal, eksplorasi keindahan tidak muncul; bandingkan dengan kualitas ekplorasi pemandangan di film "Denias, Senandung Di Atas Awan’" yang mampu membuat kita berdecak kagum. Real life, karena menampilkan sisi kehidupan yang juga apa adanya, suasana kehidupan di daerah vs kota besar.

Film ini bersifat ringan, ga perlu merengutkan kening untuk mencernanya. It’s about petualangan gadis desa (acted by Nirina Z) yang bersikeras datang ke kota untuk mengejar mimpi bertemu dengan band pujaannya. Untuk mewujudkan hal itu, ia mendapat dukungan dari teman lelakinya (acted by junior), yang memang rela berbuat apa saja demi sang pujaannya. Dalam petualangannya di Jakarta ia bertemu bermacam orang dari yang berniat jahat hingga yang berniat baik. Satu hal yang bisa ditarik dari pengalamannya itu, orang tidak bisa dinilai hanya dari penampilannya saja. Akhir cerita, ia sadar bahwa mimpi yang ia kejar telah membuatnya meninggalkan orang2 yang menyayanginya, dan ia ingin kembali dekat dengan mereka.

Meski pada dasarnya merupakan film cerita, nuansa komedi meliputi film ini, lumayan menggelitik. Salah satu yang unik adegan meminta bantuan pada pengumum sumbangan di mesjid. This film juga bisa membawa emosi penonton to be with the girl when she’s in trouble. Nirina realy2 do a good act, but still need to be a little more ndeso, may be the scenario. Junior do good also. There’s also Didi Petet, acted as grandfather, well he is the expert.

Despite the picture quality, that seems intentionally made to make this film had natural feel; all’re compensated with the story that flowed continously, plus some good humour, rate it 4 out of 5.

18
Jul

Gi8ol: The Game is Over

Afc2007_1 Akhirnya, timNas Indonesia harus menunda keinginannya menoreh sejarah masuk ke babak delapan besar piala Asia. Pada pertandingan terakhir pada Rabu petang, 18 Juli 2007, Indonesia harus mengakui keunggulan Korea 0-1. Pertandingan ini nampak menjadi antiklimaks dari penampilan sebelumnya saat menghadapi Bahrain dan Arab Saudi yang begitu heroik dan bertempo tinggi tanpa henti. Entah karena faktor kelelahan atau faktor teknis, nuansa tersebut tidak muncul dalam permainan, tetap bertempo tinggi, namun kurang power. Namun demikian, dalam pertandingan ini timNas tidaklah tampil jelek sama sekali, terbukti dari penguasaan bola yang berimbang 50:50, mampu melakukan tekanan-tekanan ke gawang lawan, dengan permainan taktis kaki ke kaki. Teknis ini lebih efektif ketimbang umpan lambung yang sulit dimenangkan karena postur yang lebih rendah. Kegigihan pun tampak ditunjukkan oleh pemain kita dalam duel perebutan dan pengejaran bola, meskipun kebobolan pada babak I dengan skor 0-1, dan tidak berubah dengan skor yang sama pada babak II.

Satu yang menjadi catatan dalam sepakbola kita bahwa ada harapan bagi sepakbola Indonesia, yang telah menunjukkan kualitas yang baik. Dukungan suporter yang memadati Stadion Senayan adalah bukti dukungan itu, bahkan Presiden SBY pun menyempatkan kembali untuk menonton langsung. Tidak ada cemooh yang dilontarkan kepada para pemain, tetap bersemangat memberi dukungan sampai detik terakhir pertandingan. Viva I N D O N E S I A, viva suporter Indonesia. There’s still another game, time to improve, and chance to win!

14
Jul

Gi8ol: Not Lose Just Not Luck

I N D O N E S I A, I N D O N E S I A, I N D O N E S I A, teriakan itu terus membahana di stadion utama ‘GBK’ senayan pada sabtu malam, 14 Juli 2007, usai pertandingan AFC 2007 antara Indonesia vs Arab Saudi, dengan hasil akhir 1-2. Teriakan itu menunjukkan dukungan dan penghargaan suporter gibol terhadap tim tercinta yang telah menunjukkan kualitas dan semangat tinggi dalam menghadapi tim tangguh Arab Saudi. Indonesia mampu mengimbangi permainan bahkan beberapa kali membuat kocar-kacir pertahanan arab saudi. Skor 1-1 pada babak I, terus bertahan hingga akhir babak II, dan hanya ketidakberuntunganlah yang tidak berpihak pada tim Indonesia, hingga kebobolan tepat di menit terakhir injury time. Tim kita memang kedodoran di paruh akhir babak kedua, karena turunnya stamina. Ke depan tampakny hal ini perlu dibenahi, termasuk juga penguatan pertahanan dalam blocking dan duel heading. Pertandingan ini memang spesial karena di hadiri pula oleh Presiden SBY. Bola memang bundar, we’re not really lose, it’s just not our luck.

13
Jul

Transformers: Fully Thriller Inner City Robotics War

Transformers Never ever a movie such a fantastic like this, full of action, great animation, and has a story. From the beginning till the end, we can enjoy the movie continously. It’s Transformers, produced under the big name of steven spielberg.

First to see it’s poster displayed in now showing board, no interest at all, though it just kid’s robotic movie, nothing’s more. But my brother told me that it was originally made from a famous tv cartoon series. Still not interest, as i plan to see harry porter. Since the show schedule not match, at last i bought tickets for Transformers screen.

Platinummargo Well, it’s not a waste decision. Impressed by the first scene, an attack to us military base by a helicopter that unexpectedly transformed into giant robotic, then we know why the movie has the title. The animation is great, so realistic, and become more alive with great sound effects. As summary, it’s about war between two robotics groups, that come to earth. The evil robotics want to get a cube that can generate power to induce all metal materials in earth to be transformed into robotics troops. In opposed side, there are good robotics group, being contact with a teenager who is a grandson of one that inaccidentally found the cube in antartic expedition. What’s more interesting, the war didn’t take place in the galactic or open field, but it take place in the city, between high buildings. All the robots can transform become anything, as car, truck, helicopter, sky fighter, and even become a minicompo or cellphone to disguise themeselves. There are some humours also, one of theme is the scene when the robots trying to hide at the teenager’s house. Imagine such a giant robots acted like kids hide in between the house.

Overall, it’s a highly recommended must see movie, rate it 5 out of 5. See it again twice, why not!

10
Jul

Gi8ol, Viva Indonesia 2-1!

Tiketafc2007 Tumpah blek, itulah pemandangan suporter ‘Gila Bola’ Indonesia, selasa sore tadi di stadion utama ‘GBK’ senayan. Laga tanding antara Indonesia dengan Bahrain merupakan laga perdana grup piala Asia AFC 2007 yg diadakan di Indonesia. Selain di Indonesia, tiga grup lain bertanding masing2 di Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Per grup terdiri dari 4 negara yg bertanding.

Mungkin karena lama tak ada even seperti ini, banyak masyarakat jadi ingin datang menyaksikan tim kesayangannya bertanding, bahkan pasukan dari luar kota pun turut datang, seperti aremania. Tiket yang dijual terdiri dari 4 kelas mulai 15rb (tribun atas), 25rb (tribun bawah), 75rb (tribun bawah tengah), dan 200rb (tribun vip); harga tiket ini akan lebih mahal pada babak selanjutnya, dan di final menjadi antara 50rb hingga 500rb.

Mengingat ukuran kantong masyarakat kita, tentunya akan banyak yang memburu tiket termurah, otomatis jumlah yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah peminat. Terbukti sore tadi banyak penonton bergerombol di luar ingin masuk, tanpa tiket karena ingin gratis atau karena tidak kebagian tiket. Kalo dari hukum supply n demand dari kelas termurah tentunya lebih karena tidak kebagian tiket. Setelah masuk ke dalam stadion, jelas terlihat seluruh tribun atas penuh, kecuali kolom di atas tribun vip yang sengaja dikosongkan, walaupun di tengah pertandingan akhirnya diperbolehkan untuk ditempati. Untuk tribun bawah agak longgar, banyak bangku yang kosong.

Bicara bangku, gembar gembornya bangkunya sudah menggunakan bangku plastik bernomor. Kecele juga sih, sebab di tiket tertulis nomor bangku, nyatanya tidak ada bangku bernomor dan masih berupa bangku kayu. Bangku plastik memang ada tapi di tribun vip dan kolom tribun di sampingnya. Bicara kondisi stadion, sisi lorong luar melingkar termasuk tangga tampaknya sudah perlu renovasi, kondisi lantai sudah tidak layak.

Lupakan dulu deh kondisi stadion, butuh dana besar untuk renovasi. Tapi kalau kondisi lapangan sudah dipermak tampaknya, plus layar video super besar yang menggunakan teknologi terbaru, menggantikan layar dot super besar.

Tidak sia-sia bercape-cape ke senayan, pertandingan berlangsung seru dan menarik, bahkan diwarnai beberapa kartu kuning, yang lebih banyak dikenakan ke pemain Indonesia; sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dilakukan pemain kita. Hakim garis tampak kurang jeli, terlihat dari tidak diangkatnya bendera padahal jelas-jelas garis pemain Bahrain dalam posisi offside. Luar biasa permainan tim kita bisa mengimbangi permainan Bahrain, bahkan penguasaan bola lebih banyak di tim kita. Skor 1-1 di babak pertama, dan 2-1 di babak kedua. Sebenarnya banyak peluang bagus si, cuma kurang baik di penyelesaian akhir. Di pertandingan berikutnya lini belakang perlu sedikit dibenahi, terutama dalam bloking pemain lawan yang berdiri bebas. Kabarnya atas kemenangan ini masing-masing pemain dapat bonus 25jt. Viva buat tim Indonesia, n viva pula buat suporter kita!




Mirror Blog

 

July 2007
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  


My BlogCatalog BlogRank

eMShi Blog at Blogged

Site Meter

Add to Technorati Favorites

Delicious Bookmark this on Delicious

Bookmark, Share and Post to Profile
on your facebook, myspace, etc

AddThis Feed Button
on your RSS feed readers

http://emshi.blog.friendster.com