Saat ini sedang marak-maraknya 3G (baca: triji), seiring dengan telah diimplementasikannya teknologi 3G sebagai layanan tambahan operator seluler (TSEL, XL, ISAT). Sebelumnya orang mengira 3G itu bakal menjadi operator baru atau basis seluler baru, seperti halnya ketika CDMA masuk yang memunculkan Telkom Flexi, Mobile 8, Esia, dan Starone. Ternyata 3G hanya menjadi layanan tambahan yang mengedepankan video call dan layanan data. Hal ini boleh jadi, karena penerima lisensi 3G merupakan operator yang telah ada sebelumnya dan secara teknologi 3G (WCDMA/UMTS) merupakan evolusi dari GSM. Sehingga pelanggan yang telah menjadi pengguna GSM tinggal meregister ulang nomornya untuk mendapatkan layanan 3G; dan menggunakan handset 3G tentunya.
Yang perlu diperhatikan meskipun menggunakan istilah WCDMA, bukan berarti 3G ala GSM ini merupakan evolusi dari CDMA, karena basis sebenarnya memang pengembangan dari GSM, sehingga mempunyai interoperabilitas dengan jaringan GSM yang telah ada.
CDMA sendiri sebenarnya telah mempunyai kemampuan sebagai 3G minus video call, tercermin dari kecepatan datanya yang kurang lebih sama dengan 3G ala GSM (WCDMA/UMTS), dari yang terendah CDMA 1X, CDMA EVDO, dan tercepat CDMA EVDV. CDMA sendiri merupakan evolusi dari AMPS.
Kembali ke 3G (WCDMA/UMTS), berikut adalah perjalanan evolusi layanan data seluler GSM dengan istilah-istilahnya: dimulai dengan layanan SMS sebut saja 1G, kemudian berkembang dengan layanan koneksi data CSD (Circuit Switched Data) disebut 2G, kemudian GPRS (Global Packet Radio Service) atau 2½G, EDGE (Enhanced Data rate GSM Evolution) atau 2¾ G, dan terakhir 3G (yang sedang trend saat ini). 3G ini pun saat ini telah berevolusi dengan hadirnya High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) disebut 3½G. Operator selular kita pun, langsung menerapkan 3½G ini pada beberapa BTS yang dibangunnya.
Well, genderang perang kecepatan layanan data mulai ditabuh. Welcome 3G, n hopefully the price 4 it is reasonable!




0 Responses to “The Story of 3G”
Leave a Reply
You must login to post a comment.